| Salinan sertifikat dan identitas bidang | Data ini menunjukkan nomor hak, nama yang tercantum, luas, letak, dan data pokok dokumen. | Pastikan salinan jelas dan lengkap. Kemudian, bandingkan dengan pemeriksaan resmi; jangan menyimpulkan hanya dari foto. |
| Kronologi penyerahan dokumen | Catatan ini menunjukkan kapan sertifikat berpindah, kepada siapa, untuk tujuan apa, dan atas persetujuan siapa. | Bedakan penitipan, jaminan, kuasa, pinjaman dokumen, dan penyerahan untuk transaksi. |
| Akta, perjanjian, surat kuasa, atau bukti pembayaran | Dokumen ini menjelaskan dasar hubungan hukum dan kewenangan pihak yang memegang atau menggunakan sertifikat. | Periksa tanda tangan, tanggal, objek, kewenangan, pembayaran, dan masa berlaku dokumen. |
| Surat-menyurat dan permintaan pengembalian | Percakapan ini menunjukkan keberatan, permintaan resmi, jawaban pihak lain, dan waktu penolakan. | Gunakan bahasa faktual. Selain itu, simpan bukti pengiriman dan penerimaan secara utuh. |
| Data kantor pertanahan atau PPAT | Data resmi membantu Anda memeriksa status pencatatan, riwayat, beban, akta, atau proses administrasi. | Gunakan kanal resmi dan pahami bahwa hasil pemeriksaan bukan otomatis putusan tentang siapa yang benar. |
| Penguasaan fisik dan kondisi bidang | Catat siapa memakai, membangun, menyewakan, memagar, atau menguasai lokasi saat ini. | Penguasaan fisik tidak selalu sama dengan pemegang hak. Dokumentasikan tanggal, batas, dan saksi. |
| Saksi dan bukti komunikasi digital | Saksi dan file komunikasi dapat menguatkan penyerahan, janji pengembalian, transaksi, atau penolakan. | Minta saksi menerangkan fakta yang ia ketahui. Simpan file digital beserta konteks dan tanggalnya. |